Belajar Bahasa Korea secara Otodidak

Menjadi salah satu penggemar Hallyu Wave yang sedang atau telah marak sejak beberapa waktu yang lalu memiliki keunikan tersendiri bagi saya. Saya juga tidak terlalu mengerti apa yang sedang saya rasakan ini normal atau tidak mengingat tidak pernah juga segininya suka dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Hallyu.

Salah satu dampak yang nyata saya rasakan adalah keingintahuan akan belajar Bahasa Korea. Well, tulisan ini memang bukan untuk mengulas bagaimana grammar maupun cara membaca hangul ya. Melainkan hanya sekedar sharing bagaimana cara mengatasi balada K-Pop fanatics yang terkadang jika dipikir lagi baik buruknya, menjadi agak kurang make sense gitu. Contohnya saja saya. Tadinya sih pengen banget ikut les bahasa Korea just for being a K-Pop fan yang kalo dipikir lagi kebutuhan tersebut tidak terlalu mendesak untuk suatu hal.

Dari situlah kemudian saya berfikir untuk belajar secara otodidak hanya melalui internet dan praktek “listening” setiap hari dengan mendengarkan musik hehe. Walaupun memang hasilnya belum memuaskan, jika saja saya banyak waktu untuk mempelajarinya setiap hari dan memiliki ketekunan untuk itu, saka yakin kita semua bisa.

Apa saja yang perlu dipelajari dalam Bahasa Korea?
Menurut saya Bahasa Korea ini unik sekali sehingga terkesan ribet untuk belajarnya. Setau saya sih, yang jelas ada 3 tahap untuk benar-benar bisa menguasai bahasa korea atau bahasa-bahasa lain yang memiliki huruf unik. Pertama, kita harus mengerti huruf hangul terlebih dahulu. Mulai dari suku per suku, hingga cara penulisannya. Tidak mudah juga ternyata mengingat ada beberapa aturan yang cukup rumit dan bisa fatal juga kalo salah penempatan. Kedua, jika sudah mengerti hangul-nya, kita bisa menuliskan Romaji dari hangul tersebut. Romaji itu seperti tulisan latinnya gitu. Nah dari situ baru deh kita bisa mencari arti kata tersebut di kamus. Kemudian yang terakhir atau ketiga, kita pahami aturan penulisan atau struktur kalimat dalam bahasa Korea atau yang biasa disebut grammar. Dalam bahasa Korea ini setahu saya sedikit rumit karena banyak imbuhan sesuai dengan lawan bicara ataupun siapa yang kita bicarakan dalam kalimat tersebut. Seperti dalam bahasa jawa mungkin ya, ada ngoko, kromo dan kromo inggil. Bedanya, beda satu tahun di sana itu sudah termasuk beda tingkatan umur. Jadi ada cara sendiri untuk menyusun kalimatnya. *kali ya haha saya juga belum terlalu belajar soal grammar ini*

Darimana sumber belajar otodidaknya?
Pertama, tentu saja dari Mbah Google dong. Sebisa mungkin gunakan kata kunci yang langsung kena sasaran. Jangan menyerah untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Karena kasus yang sering terjadi sama saya, karena saya tidak tahu menau sama sekali, keluarnya malah yang tidak diinginkan. Jadi mungkin pertama belajar dari istilah-istilah dulu kali ya. Kedua, youtube! Banyak sekali video-video tutorial belajar bahasa korea. Sehingga seperti memiliki guru private gratis di sini. Ketiga, tentu saja buku yang saya yakin sudah ribuan judul di luar sana yang mengulas tentang bahasa korea.

Yang terakhir, sumber pastinya sih dari diri kita sendiri. Mau tidak kita belajar dan memahami apa yang menjadi minat kita ini. ^^

From. Wonderland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: